Simak Faktor Penyebab Hak Gono-Gini Hilang

penyebab hak gono-gini hilang

Saat seseorang menjalai proses sidang perceraian, hak gono-gini menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk diurus. Secara umum, baik pihak pria maupun wanita berhak mendapat bagian harta gono-gini. Namun, ada beberapa faktor yang akhirnya membuat seseorang kehilangan haknya terhadap harta gono-gini. Simak penjelasan berikut ini untuk mengetahui faktor penyebab hak gono-gini hilang.

Apa Itu Hak Gono-Gini?

Hak gono-gini atau harta gono-gini adalah harta yang dikumpulkan bersama selama berumah tangga oleh pasangan suami istri hingga akhirnya menjadi hak bersama. Dalam konteks hukum, harta gono-gini dikenal sebagai harta bersama. Pengertian harta bersama (yang serupa dengan pengertian harta gono-gini) tertuang dalam Pasal 35 Ayat (1) Undang-Undang Perkawinan.

Namun demikian, harta bersama dalam hukum terbatas pada semua hal yang diperoleh suami istri selama masih berada dalam hubungan rumah tangga. Ada dua jenis harta yang berada di luar batas atau tidak termasuk ke dalam harta gono-gini, yaitu:

  1. harta bawaan atau harta yang sudah diperoleh sebelum seseorang menikah. Harta jenis ini merupakan sepenuhnya hak masing-masing individu dan tidak boleh dimasukkan ke dalam hak gono-gini; dan
  2. harta yang diperoleh dari warisan, hadiah, atau hibah. Harta jenis ini juga merupakan hak penuh dari masing-masing pemiliknya, kecuali ada penentuan khusus dari pihak yang memiliki harta tersebut.

Bagaimana Cara Mengatur Pembagian Harta Gono-Gini?

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatur pembagian hak gono-gini:

Perhitungan Harta Keseluruhan

Cara pertama untuk mengatur pembagian harta bersama adalah menghitung seluruh harta yang dimiliki. Yang dimaksud harta bersama keseluruhan, yaitu termasuk aset kredit serta benda berwujud dan tak berwujud. Apabila sudah diketahui nominalnya, maka selanjutnya tinggal melakukan pembagian dengan adil dan sesuai kesepakatan bersama.

Baca Juga: Siapa yang Berhak Membuat Surat Ahli Waris? Simak Selengkapnya Disini

Jual Beli Aset

Apabila memiliki banyak aset dan kesulitan untuk membagi dengan adil, maka yang perlu dilakukan adalah menjual aset-aset tersebut. Jika semua aset sudah berbentuk nominal yang jelas, maka pembagian hak bisa dilakukan dengan lebih mudah. Namun demikian, penjualan aset ini tetap harus melalui kesepakatan dua pihak.

Pembagian Sama Rata

Sesuai namanya, cara pembagian hak gono-gini ini adalah dengan memberikan masing-masing pihak setengah dari keseluruhan harta. Namun, bagi pasangan yang sudah memiliki anak, pembagian dilakukan sesuai hukum yang berlaku dengan ketentuan bahwa pihak yang memiliki hak asuh anak akan mendapat bagian lebih besar.

Diberikan sebagai Warisan untuk Anak

Hak gono-gini dapat diberikan kepada anak sebagai warisan dengan besaran yang sama bila masih berusia kurang dari 18 tahun. Namun, apabila anak telah berusia lebih dari 18 tahun, maka pemberian hak gono-gini harus menggunakan surat wasiat.

Baca Juga: Cara Menghitung Harta Gono-Gini dalam Islam

Pembagian Hak Gono-gini untuk Cerai Mati

Menurut Pasal 96 dan 97 Kompilasi Hukum Islam (KHI), seseorang yang bercerai dengan pasangannya karena alasan kematian tetap berhak atas harta bersama yang dimiliki. Harta gono-gini juga bisa diwariskan kepada anak. Namun, apabila tidak memiliki anak, maka bisa diberikan pada kerabat dengan status duda atau janda dengan jumlah sama, seperti yang akan diwariskan pada anak.

Baca Juga: Berapa Biaya Gugatan Harta Gono-Gini di Indonesia?

Apa Saja Faktor Penyebab Hak Gono-Gini Hilang?

Beberapa hal dapat menyebabkan seseorang kehilangan haknya untuk mendapat harta gono-gini. Berikut faktor penyebab hilangnya hak gono-gini yang perlu Anda ketahui:

Kesepakatan Pisah Harta

Hal pertama yang membuat seseorang kehilangan hak gono-gini adalah kesepakatan pisah harta dalam perjanjian pranikah. Kesepakatan tersebut biasanya akan menyebutkan bahwa harta yang didapat bersama selama menjadi suami istri bukanlah harta gono-gini. Apabila kesepakatan ini ada, maka tidak seorang pun dari pasutri yang dapat mengajukan gugatan hak gono-gini.

Kasus Kriminal yang Berat

Kasus kriminal yang sangat serius, seperti pelaku terorisme atau pembunuhan, yang membuat seseorang dipenjara seumur hidup, dapat menyebabkan hak gono-gini menjadi hilang. Namun demikian, hal seperti ini tetap memerlukan sidang dan menunggu keputusan hakim apakah pelaku kriminal benar-benar kehilangan haknya atau tidak.

Meninggal Dunia atau Dinyatakan Menghilang

Seseorang bisa kehilangan hak gono-gininya apabila telah meninggal dunia atau dinyatakan hilang secara hukum. Ketika seseorang sudah dinyatakan menghilang, suami atau istrinya dapat mengajukan cerai dan mengambil harta bersama. Apabila suatu hari orang yang hilang telah kembali, maka ia sudah tidak bisa menuntut harta gono-gini karena telah kehilangan haknya secara sah.

Tidak Bisa Membuktikan Harta Bukan Bawaan

Ada kalanya seseorang yang sudah bercerai ingin mengeklaim bahwa harta atau suatu aset tergolong sebagai harta gono-gini alias bukan harta bawaan. Apabila pembuktian bahwa harta atau suatu aset bukan merupakan aset bawaan gagal, maka seseorang dapat kehilangan haknya untuk mendapat harta gono-gini.

Kasus ini biasa terjadi ketika seseorang yang sangat kaya karena hasil warisan menikah dengan seseorang yang miskin. Ketika mereka bercerai dari pernikahan yang sangat singkat (kurang dari 3 bulan), biasanya orang miskin tersebut akan susah untuk mendapatkan harta gono-gini.

Faktor yang Memengaruhi Besaran Harta Gono-gini yang Didapat

Secara umum, setiap orang yang bercerai tentu menginginkan harta gono-gini yang sama rata dari keseluruhan. Namun, beberapa hal berikut ini dapat memengaruhi besaran harta gono-gini yang didapat, yaitu:

Keputusan Hakim

Besaran hak gono-gini yang sah ditentukan oleh hakim saat sidang perceraian. Dalam menentukan pembagian harta gono-gini, hakim akan mempertimbangkan beberapa hal, seperti bukti, saksi, dan argumen dari penggugat maupun tergugat. Meski hakim mengambil peran besar dalam pembagian, dalam beberapa kasus ada pihak yang bisa saja kurang setuju dengan keputusan hakim.

Bukti dan Saksi di Pengadilan

Bukti dan saksi merupakan faktor yang memengaruhi besaran hak gono-gini yang didapat. Pasalnya, kedua hal tersebut menjadi pertimbangan hakim selaku pemberi keputusan final di pengadilan. Perlu diketahui bahwa setiap bukti dan saksi yang hadir di pengadilan memiliki kekuatan berbeda-beda dan sangat berpengaruh pada keputusan hakim. Biasanya, pengacara akan membantu klien dalam penguatan bukti dan saksi yang dimiliki.

Hak Asuh Anak

Hak asuh anak adalah faktor lainnya yang berpengaruh dalam besar kecilnya harta gono-gini yang didapat. Mereka yang memiliki hak asuh anak akan mendapat persentase yang lebih besar. Dengan pertimbangan inilah, tidak jarang pihak laki-laki maupun perempuan saling berebut hak asuh anak.

Pemasukan

Besaran hak gono-gini yang didapat tidak lepas dari faktor pemasukan. Umumnya, suami yang biasa menjadi tulang punggung keluarga akan mendapat bagian yang lebih sedikit dengan pertimbangan bahwa setelah bercerai masih bisa mencari penghasilan dibanding istri yang tadinya hanya menjadi ibu rumah tangga.

Namun demikian, pertimbangan lain, seperti istri yang suka menghambur-hamburkan uang dan membuat ekonomi menjadi sulit, dapat membuat suami mendapat hak gono-gini yang lebih besar meski bisa bekerja.

Meski bisa menjadi faktor yang memengaruhi besaran hak gono-gini, status pemasukan biasanya bukanlah penentu final dan hanya menjadi salah satu pertimbangan hakim dalam menentukan besaran.

Aturan dalam Adat atau Agama

Besaran hak gono-gini juga dapat dipengaruhi oleh aturan dalam adat atau agama. Bahkan, beberapa orang harus melalui peradilan agama untuk mengurus pembagian harta gono-gini. Karena Indonesia kaya akan suku budaya, aturan pembagian harta gono-gini pun dapat berbeda untuk setiap daerah.

Selain itu, faktor agama, misalnya agama Islam yang mengacu pada KHI, juga dapat memengaruhi seberapa banyak harta gono-gini yang akann diterima oleh pihak pria dan wanita.

Konklusi

Demikian penjelasan mengenai faktor penyebab hilangnya hak gono-gini, cara pembagian, dan hal-hal yang memengaruhi besarannya. Apabila Anda membutuhkan konsultasi seputar pembagian harta gono-gini dan hal lainnya terkait hukum pernikahan, maka Anda bisa mengandalkan Kandara Law.

Kantor Kandara Law tersebar di beberapa wilayah di Indonesia sehingga Anda bisa mengaksesnya dari lokasi terdekat Anda. Saat ini, Kandara Law berada di Jakarta, Surabaya, dan Malang. Jadi, bagi Anda yang yang memiliki masalah hukum terkait proses perceraian dan pembagian harta gono-gini, tetapi masih bingung harus meminta bantuan kepada siapa, hubungi Kandara Law sekarang juga untuk saran terbaik!

Hotline: 0811109245 / 081932741333

Email: info@kandaralaw.com

hubungi Kandara Law

About Kandara Law

Kandara Law is a firm practice that exclusively deals with Foreigner and Family law, so you can be assured that whatever your situation, it will be familiar to us. Kandara law specialists offer unrivaled advice, support, and assistance which, combined with exceptional care and empathy, places you in safe hands. Kandara Law serves clients internationally and nationally.