Inilah Berbagai Dokumen Legalitas Perusahaan yang Harus Dimiliki Startup
Saat ini, startup telah menjadi pilihan untuk memulai bisnis, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Di Indonesia, sebuah startup harus memiliki dokumen legalitas agar menjadi perusahaan yang diakui oleh negara dan undang-undang. Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui daftar dokumen legalitas yang dibutuhkan oleh startup!
Mengenal Startup dan Contohnya
Startup dapat didefinisikan sebagai perusahaan yang masih berbentuk rintisan atau yang sedang berkembang. Karena masih berproses untuk menjadi perusahaan yang lebih besar, startup umumnya akan membutuhkan biaya besar dalam operasi dan pengembangannya. Pendapatan startup pun tergolong kecil karena belum terlalu dikenal oleh pasar. Oleh karena itu, startup membutuhkan investor yang bisa memberikan suntikan dana untuk perusahaan.
Di Indonesia, perusahaan yang masih tergolong startup, antara lain Blibli (marketplace), Grab (layanan transportasi), Tiket.com (layanan perjalanan dan akomodasi), dan Halodoc (layanan kesehatan). Sementara itu, contoh startup dari mancanegara, antara lain Uber (layanan transportasi), Air BnB (akomodasi dan properti), Space X (transportasi luar angkasa), dan Quora (situs tanya jawab).
Apa yang Membedakan Startup dengan Perusahaan Konvensional?
Startup memiliki perbedaan dengan perusahaan konvensional. Berikut beberapa aspek yang membedakan keduanya:
Tujuan
Karena masih berbentuk rintisan, startup lebih fokus pada pengembangan bisnis. Oleh karena itu, berbagai hal, seperti pemasaran, target pasar, dan model bisnis yang dimiliki bisa berubah-ubah sebagai bentuk adaptasi dengan konsumen. Sementara itu, perusahaan konvesional memiliki tujuan untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya kepada para pemilik.
Pendanaan
Startup umumnya didanai oleh para founder di awal sebagai “umpan” untuk menarik investor sebanyak-banyaknya. Hal ini berkebalikan dengan perusahaan konvensional yang didanai sepenuhnya oleh para pemilik. Selain dari para pemilik, pendanaan perusahaan konvensional juga bisa didapat dari pemutaran laba.
Struktur Organisasi
Dalam sebuah startup, berbagai keputusan, kegiatan, dan pengembangan bisnis berasal dari hasil perundingan para pendiri serta manajemen yang bekerja di dalam. Berbeda dengan perusahaan konvensional yang segala keputusannya berada di tangan pemilik.
Keberlangsungan Bisnis
Startup yang dikelola dengan baik dapat dilirik oleh banyak investor sehingga bisa memiliki dana yang sangat besar untuk operasional dalam sekejap. Meski demikian, dana yang besar ini mungkin akan sulit didapat di masa mendatang karena sangat bergantung pada kemampuan investor.
Hal itu tidak berlaku pada perusahaan konvensional yang pendanaannya tidak terlalu besar (karena berasal dari dana pemilik bisnis), tetapi bisa didapat secara kontinu karena lebih stabil secara ekonomi.
Jenis-jenis Startup
Startup terbagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan tujuan serta skala bisnisnya. Berikut ini adalah jenis-jenis startup:
Lifestyle Startup
Lifestyle startup atau startup dengan konsep gaya hidup adalah bisnis yang dibuat seseorang dari passion atau hobi tertentu. Startup jenis ini biasanya dibangun karena seseorang tidak sekadar ingin menyalurkan hobi, tetapi juga ingin menjadikannya sebagai sumber penghasilan.
Startup Bisnis Kecil
Startup jenis ini dibangun oleh orang-orang yang masih pemula atau baru berkecimpung dalam dunia bisnis. Karena berbentuk bisnis kecil, startup jenis ini biasanya juga dibuat dengan modal yang kecil. Adapun contoh dari startup bisnis kecil, antara lain salon serta bisnis makanan atau minuman homemade.
Startup Perusahaan Besar
Bila startup bisnis kecil dijalankan oleh para pemula, maka startup jenis ini adalah kebalikannya. Startup perusahaan besar dijalankan oleh mereka yang telah berpengalaman di dunia bisnis dan berani mengeluarkan modal besar untuk membangun startup. Hal ini membuat bisnis yang dibangun bisa menyasar target pasar dengan lingkup yang besar dan luas.
Startup Berskala
Startup berskala adalah bisnis yang dikembangkan oleh orang-orang dengan pemikiran bahwa mereka bisa mengubah dunia dan bermanfaat bagi masyarakat. Startup berskala biasanya dibentuk dengan perhitungan matang sehingga dapat menarik banyak investor.
Startup Sosial
Pembuatan startup jenis ini biasanya memiliki tujuan untuk menyelesaikan berbagai isu sosial yang terjadi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Di Indonesia sendiri, sudah ada startup dengan tujuan yang telah disebutkan. Salah satu contohnya adalah Biomagg Indonesia yang bergerak di bidang pengelolaan limbah organik.
Buyable Startup
Buyable startup adalah bisnis yang dibuat dengan tujuan untuk dijual kembali bila sudah berkembang dan mendapatkan hasil yang menjanjikan. Jenis startup ini sangat familiar bagi perusahaan-perusahaan pengembang solusi web dan mobile. Contoh dari buyable startup, yaitu Instagram (yang kemudian dibeli oleh Facebook).
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengurus Dokumen Legalitas Perusahaan Startup
Sebelum Anda mengetahui mengenai berbagai dokumen legalitas yang perlu Anda siapkan, Anda sepertinya harus memperhatikan hal-hal penting berikut ini:
Konsep Startup dan Merek Dagang
Sebelum mendirikan perusahaan startup Anda tentu perlu menyiapkan konsep dan merek dagang yang akan Anda terapkan dalam bisnis Anda. Apabila Anda sudah memiliki konsep/ide dan merek dagang yang unik serta belum pernah, sebaiknya segera daftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Dengan demikian, Anda akan memiliki hak atas konsep dan merek dagang tersebut. Anda juga bisa mengurus SK Menteri Hukum dan HAM agar Anda mendapat legalitas yang lebih kuat. Sehingga ketika ada yang mengeklaim ide dan merek dagang Anda, Anda bisa menuntutnya.
Jenis Badan Usaha Startup
Ketika mendirikan sebuah startup, Anda tentu berpikir mengenai sumber dana yang akan Anda gunakan nantinya. Salah satu sumber dana yang penting adalah berasal dari investor. Untuk memudahkan Anda mendapat investor, ada baiknya Anda memilih jenis badan usaha yang sesuai.
Apabila Anda benar-benar berorientasi mencari investor secara lebih luas, maka lebih baik Anda menggunakan jenis badan usaha perseroan terbatas (PT). PT merupakan jenis badan usaha yang paling mudah untuk mendapatkan permodalan, baik dari investor maupun bank.
Berbagai Izin Usaha dan Operasional
Anda juga perlu memperhatikan izin usaha atau operasional yang Anda butuhkan ketika mendirikan sebuah perusahaan rintisan. Pasalnya, izin operasional yang dibutuhkan setiap startup bisa saja berbeda tergantung dengan jenis produk yang Anda jual.
Apabila Anda menjual obat-obatan atau makanan, maka Anda perlu mendapatkan izin operasional dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar produk Anda bisa beredar dengan legal dan aman di masyarakat.
Adapun apabila startup milik Anda bergerak di bidang alat kesehatan, maka Anda perlu mengurus izin operasional untuk bisa mendapat Izin Edar Alat Kesehatan.
Selain itu, ada juga izin operasional yang harus diurus oleh startup yang bergerak di bidang tekknologi. Untuk perusahaan yang melakukan kegiatan penyelenggaraan portal web atau platform digital untuk tujuan komersial, harus mengurus Izin Usaha Industri (IUI).
Berbeda dengan perusahaan yang berbeda di bidang keuangan dan mata uang kripto. Ada banyak lembaga yang harus mereka tembusi untuk mendapat izin operasional. Untuk perusahaan yang bergerak di finansial atau teknologi finansial, izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) sangat dibutuhkan.
Adapun khusus untuk perusahaan yang bergerak di bidang mata uang kripto, izin operasional yang sangat dibutuhkan adalah dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) agar perusahaan bisa berjalan dengan legal dan bertanggung jawab.
Dokumen Legalitas Perusahaan yang Harus Dimiliki Startup
Seperti badan usaha pada umumnya, startup membutuhkan berbagai dokumen legalitas agar menjadi bisnis yang resmi dan tepercaya. Berikut dokumen legalitas yang dibutuhkan perusahaan startup:
Akta Pendirian Usaha
Akta Pendirian Usaha adalah dokumen yang dibuat oleh notaris dan menjadi syarat awal berdirinya perusahaan. Adapun isi dari Akta Pendirian Usaha, yaitu nama usaha, modal yang didapat, jenis bidang usaha, domisili operasional badan usaha, struktur kepengurusan, serta hak dan kewajiban semua pihak yang terlibat.
NPWP Badan Usaha
Tak hanya perseorangan, sebuah perusahaan juga wajib untuk menghitung, membayar, dan melaporkan pajak. Tidak hanya menjadi syarat perpajakan startup, NPWP Badan Usaha juga merupakan dokumen yang menjadi syarat mengurus legalitas lainnya, seperti SIUP, pengajuan modal ke bank, pembukaan rekening perusahaan, serta proyek bisnis.
Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
SIUP adalah surat izin dari pemerintah yang diterbikan untuk pengusaha agar bisa melaksanakan bisnisnya di bidang perdagangan maupun jasa. SIUP sendiri hanya bisa dimiliki mereka yang memiliki usaha perdagangan atau jasa, sementara bidang usaha lainnya harus mengurus izin di luar SIUP.
Terdapat empat jenis SIUP berdasarkan permodalannya yang diatur oleh Peraturan Menteri Perdagangan No. 46/M-DAG/PER/9/2009, yaitu:
- SIUP mikro (modal yang disetor <Rp50 juta)
- SIUP kecil (modal yang disetor Rp50 juta-Rp500 juta)
- SIUP menengah (modal yang disetor Rp500 juta-Rp10 miliar)
- SIUP besar (modal yang disetor lebih dari Rp10 miliar)
SIUP menurut Peraturan Menteri Perdagangan No. 07/M-DAG/PER/2/2017 merupakan dokumen yang tidak perlu diperpanjang alias berlaku selama perusahaan melakukan kegiatan usahanya.
Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP)
SKDP merupakan tanda domisili atau tempat beroperasinya suatu perusahaan. Setiap daerah memiliki syarat pengajuan SKDP yang berbeda-beda dan pengajuannya hanya dapat dilakukan bila perusahaan telah memiliki akta perusahaan. SKDP sendiri memiliki masa berlaku dan harus diperpanjang. SKDP untuk perusahaan yang memiiliki kantor bersama berlaku 5 tahun, sedangkan SKDP untuk perusahaan yang memiliki kantor virtual berlaku 1 tahun.
Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
TDP merupakan dokumen yang menandakan bahwa pengusaha telah melaksanakan kewajibannya untuk mendaftarkan perusahaan miliknya. Dulunya, TDP hanya bisa diurus setelah memiliki akta pendirian, SIUP, SKDP, dan NPWP. Saat ini, TDP bisa diperoleh melalui online single submission (OSS). Bila sudah terdaftar di OSS, maka perusahaan akan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang bisa digunakan untuk membuat TDP.
Baca Juga: Begini Prosedur Pembuatan NIB
Merek Dagang
Merek dagang merupakan hal yang penting bagi sebuah startup (dan perusahaan lainnya). Pendaftaran merek dagang dapat dilakukan di HKI dan bersifat first to file, artinya yang lebih dulu mendaftarkan suatu merek adalah yang berhak menggunakan merek tersebut.
Pendaftaran merek dagang mempermudah bisnis untuk dikenal serta melindungi penyalahgunaan produk dari pihak yang tidak bertanggungjawab.
Penutup
Setelah mengetahui berbagai dokumen legalitas yang dibutuhkan, Anda yang ingin membuat startup bisa mulai mempersiapkannya. Bila terdapat kendala untuk memenuhi legalitas yang dibutuhkan, maka Kandara Law bisa menjadi mitra yang tepat untuk berkonsultasi. Sebab, Kandara Law telah dipercaya sebagai law firm yang dapat membantu berbagai hal terkait hukum oleh klien dari Indonesia maupun mancanegara.
Kantor Kandara Law tersebar di beberapa wilayah di Indonesia sehingga Anda bisa mengaksesnya dari lokasi terdekat Anda. Saat ini, Kandara Law berada di Jakarta, Surabaya, dan Malang. Jadi, bagi Anda yang ingin memulai mendirikan startup, tetapi masih bingung harus memulai dari mana, hubungi Kandara Law sekarang juga untuk saran terbaik!
Hotline: 0811109245 / 081932741333
Email: info@kandaralaw.com

