Panduan Menyusun Anggaran Dasar Yayasan sesuai Aturan

panduan menyusun anggaran dasar yayasan

Dalam pendirian yayasan, sangat penting untuk mengikuti panduan menyusun anggaran dasar yayasan yang benar. Hal ini dikarenakan data tersebut memuat aspek dasar yang harus dipenuhi ketika mendirikan yayasan terkait.

Dalam anggaran dasar tersebut ada beberapa poin yang harus ditulis, seperti identitas yayasan, kekayaannya, dan kepengurusannya. Selain itu, ada juga beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melakukan perubahan dalam data tersebut.

Kalau Anda membutuhkan panduan dalam menyusun anggaran dasar yayasan ini, silakan menyimak artikel berikut ini. Di bawah ini adalah penjelasan dari poin-poin AD/ART yayasan dan juga aspek penting di dalamnya.

Pengertian Yayasan

 

 

Sebelum Anda memahami mengenai panduan menyusun anggaran dasar yayasan yang benar, ada baiknya jika menelusuri lebih dalam mengenai pengertian yayasan. Dengan begitu, Anda bisa lebih mengerti dan memahami esensi dari bidang ini.

Yayasan adalah sebuah badan hukum yang senantiasa bergerak pada bidang keagamaan, kemanusiaan, serta sosial. Yayasan didirikan tidak untuk mencari profit atau keuntungan semata, sehingga badan hukum ini tidak memiliki anggota.

Walaupun begitu, yayasan memiliki sumber dana yang jelas dan juga sudah diatur. Sumber dana atau pemasukan ini digunakan untuk dana operasional kegiatan yayasan.

Pengaturan mengenai yayasan sendiri telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2001. Di dalamnya terdapat pengaturan mengenai proses pendirian yayasan, AD/ART yayasan, dan informasi lainnya yang diperlukan untuk kelancaran proses pembentukan badan hukum ini.

Penjelasan Mengenai Panduan Menyusun Anggaran Dasar Yayasan yang Benar

Untuk kelancaran proses pendirian yayasan, ada aturan yang harus diikuti. Aturan ini sudah tertuang dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2001. Salah satunya yaitu mengenai AD ART atau Anggaran Dasar Rumah Tangga Yayasan.

Berikut ini adalah beberapa ketentuan yang harus dipenuhi dalam AD/ART yayasan:

  • Nama serta tempat kedudukan. Di dalamnya juga perlu disebutkan nama desa, kecamatan, kabupaten, kota, dan juga nama provinsinya.
  • Maksud tujuan dan kegiatan yang dilakukan untuk mencapainya.
  • Jangka waktu untuk pendirian.
  • Jumlah kekayaan awal. Jumlah kekayaan ini dipisahkan dari kekayaan pribadi pendiri, yaitu dalam bentuk benda atau uang.
  • Penggunaan dan cara mendapatkan kekayaan tersebut.
  • Tata cara untuk pengangkatan, pemberhentian, serta penggantian anggota yayasan, seperti Pembina, Pengurus, dan Pengawas.
  • Hak serta kewajiban dari Pengurus, Pembina, dan Pengawas.
  • Tata cara dalam penyelenggaraan rapat yayasan.
  • Ketentuan akan adanya perubahan di Anggaran Dasar Yayasan.
  • Pengaturan mengenai penggabungan serta pembubaran badan hukum yayasan.
  • Penggunaan kekayaan atau penyaluran kekayaan yayasan setelah dilakukannya pembubaran.

Penjelasan Mengenai Perubahan pada Anggaran Dasar Yayasan

Jika mengikuti aturan yang berlaku pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2001, anggaran dasar yayasan sangat bisa diubah. Walaupun begitu, perubahan ini tidak termasuk pada bagian maksud dan tujuan yayasan.

Perubahan pada anggaran dasar bisa ditentukan berdasarkan keputusan rapat Pembina. Rapat ini memiliki ketentuan, yaitu harus dihadiri oleh ⅔ jumlah anggota Pembina yayasan. Perubahan yang dihasilkan dilakukan dengan akta notaris menggunakan bahasa Indonesia.

Mengenai perubahan nama di anggaran dasar, harus disetujui oleh Menteri. Namun, perubahan ini tidak bisa dilakukan jika yayasan tersebut berada dalam keadaan pailit, kecuali perubahan tersebut mendapatkan persetujuan dari kurator.

Jangka waktu pendirian menentukan seberapa lama yayasan tersebut akan berdiri. Jika hanya untuk waktu yang sebentar saja, maka Pengurus dapat diadakan perubahan dan juga perpanjangan waktu pendirian kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Hal ini bisa dilakukan paling lambat, yaitu satu tahun sebelum jangka waktu berakhir.

Jika yayasan akan dibubarkan sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditentukan, maka pengadilan akan menunjuk likuidator. Namun, jika pembubaran terjadi karena keadaan yayasan yang pailit, maka akan mengikuti Undang-Undang di bidang kepailitan.

Baca juga: Panduan Lengkap Prosedur dan Syarat Pendirian Yayasan

Penjelasan Mengenai Pembina, Pengurus, dan Pengawas Yayasan

Dalam panduan menyusun anggaran dasar yayasan, terdapat aspek peran anggota yayasan. Sekarang marilah kita memahami lebih detail mengenai peran anggota yayasan tersebut.

Dalam yayasan terdapat beberapa anggota yang dibagi menjadi tiga, yaitu Pembina, Pengurus, dan Pengawas. Peran tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Berikut ini adalah penjelasannya:

  • Pembina

Pembina yayasan adalah orang yang ditunjuk karena memiliki kapasitas yang pas untuk mencapai maksud dan tujuan yayasan. Pembina memiliki kewenangan, yaitu dalam pengesahan program kerja dan rancangan anggaran yayasan, kewenangan pengangkatan atau pemberhentian anggota Pengurus dan Pengawas, serta keputusan mengenai perubahan di anggaran dasar.

  • Pengurus

Pengurus memiliki peran untuk melaksanakan aktivitas pengurusan yayasan. Anggota pengurus tidak boleh merangkap jabatan sebagai Pembina atau Pengawas. Pengurus terdiri dari sekurang-kurangnya, yaitu Ketua, Sekretaris dan Bendahara.

  • Pengawas

Pengawas yayasan adalah pihak yang memiliki tugas untuk mengawasi dan memberi nasihat kepada Pengurus dalam aktivitas kepengurusan dan kegiatan yayasan. Pengawas tidak boleh memiliki jabatan rangkap sebagai Pengurus atau Pembina.

Baca juga: Inilah Tugas dan Wewenang Organ Yayasan

Penjelasan Mengenai Kekayaan Yayasan

Dalam panduan menyusun anggaran dasar yayasan, terdapat poin mengenai kekayaan yayasan. Kekayaan yayasan sendiri tidak hanya berupa uang, tetapi juga:

  • Wakaf
  • Hibah
  • Hibah wasiat
  • Sumbangan atau juga bantuan yang sifatnya tidak mengikat
  • Perolehan dana lainnya yang tidak bertentangan dengan panduan AD/ART yayasan yang ada.
  • Yayasan juga boleh menerima bantuan dari negara sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang berlaku.

Konsultasikan Pendirian Yayasan Anda dengan Kandara Law

Itulah dia penjelasan mendetail mengenai panduan menyusun anggaran dasar yayasan dan juga penjelasan akan aspek di dalamnya. Panduan ini akan membantu Anda dalam perumusan AD/ART yang benar dan baik. Jika Anda kesulitan, gunakan bantuan dari badan terpercaya seperti Kandara Law sehingga kebutuhan pendirian dan perumusan anggaran dasar yayasan bisa terpenuhi dengan lancar.

Kandara Law juga menawarkan berbagai jasa legal yang Anda butuhkan. Kandara Law dapat membantu Anda di dalam proses pengadilan, mediasi dan negosiasi, perceraian, perjanjian pranikah, legalisasi pernikahan, adopsi, pendaftaran pernikahan, pendirian perusahaan, dan lain sebagainya.

Kantor Kandara Law tersebar di beberapa wilayah di Indonesia sehingga Anda bisa mengaksesnya dari lokasi terdekat Anda. Saat ini, Kandara Law berada di Jakarta, Surabaya, dan Malang. Segera hubungi Kandara Law terdekat untuk memperoleh konsultasi yang berkualitas.

Hotline: 0811109245 / 081932741333

Email: info@kandaralaw.com

hubungi Kandara Law

About Kandara Law

Kandara Law is a firm practice that exclusively deals with Foreigner and Family law, so you can be assured that whatever your situation, it will be familiar to us. Kandara law specialists offer unrivaled advice, support, and assistance which, combined with exceptional care and empathy, places you in safe hands. Kandara Law serves clients internationally and nationally.